
Jakarta, Berita-Garuda.blogspot.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin kuat. Keputusan Bank Indonesia (BI menaikkan suku bunga acuan menjadi obat kuat yang ampuh buat rupiah.
Pada Kamis (15/11/2018) pukul 15:20 WIB, US$ 1 di pasar spot dihargai Rp 14.640. Rupiah menguat 0,98% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya. Hampir 1%.
Penguatan rupiah secara signifikan terjadi setelah BI memutuskan menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 6%. Keputusan ini di luar ekspektasi, karena konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan BI menahan 7 Day Reverse Repo Rate di 5,75%.
Kenaikan suku bunga acuan akan ikut menaikkan imbalan investasi aset-aset berbasis rupiah. Oleh karena itu, investor pun rajin memburu mata uang ini sehingga peningkatan permintaan membuat nilai rupiah menguat.
Rupiah tidak sembarang menguat, tapi menjadi yang terbaik di Asia. Dengan apresiasi 0,98%, tidak ada mata uang Benua Kuning lainnya yang menguat lebih tajam di hadapan dolar AS.
Berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama Asia pada pukul 15:24 WIB:
Dolar AS vs Mata Uang Asia
| Mata Uang | Kurs | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| USD/CNY | 7 | (0.21) |
| USD/HKD | 8 | (0.01) |
| USD/INR | 72 | (0.53) |
| USD/JPY | 113 | (0.12) |
| USD/KRW | 1,127 | (0.41) |
| USD/MYR | 4 | (0.25) |
| USD/PHP | 53 | (0.72) |
| USD/SGD | 1 | (0.32) |
| USD/THB | 33 | (0.18) |
| USD/TWD | 31 | (0.14) |


No comments:
Post a Comment